Kami Siap Melayani Anda cs@kharimgroup.com
0823-1378-8080

Jenis Itik Petelur dan Itik Pedaging Yang Sering Dibudidayakan di Indonesia

Budidaya itik menjadi salah satu usaha peternakan yang cukup menjanjikan di Indonesia. Selain relatif mudah dipelihara, permintaan pasar terhadap telur dan daging itik juga terus meningkat. Namun, sebelum memulai usaha, peternak perlu memahami bahwa terdapat jenis itik yang lebih unggul sebagai penghasil telur (petelur) dan ada pula yang lebih cocok untuk produksi daging (pedaging).

Berikut beberapa jenis itik yang paling sering dibudidayakan oleh peternak di Indonesia.

Jenis Itik Petelur
1. Itik Mojosari
Itik mojosari ada dua jenis, yaitu mojosari putih dan mojosari cokelat. Mojosari putih memiliki bulu berwarna putih mulus baik jantan maupun betina tanpa ada corak sama sekali. Sementara mojosari cokelat berbulu kemerahan dengan ciri warna kaki dan paruh jantan lebih hitam daripada betina. Bulu jantan juga lebih hitam di bagian kepala, leher, dada dan ekor serta terdapat bulu ekor yang melengkung ke atas. Namun populasi itik mojosari putih sangat rendah karena produktivitasnya lebih rendah dibandingkan mojosari cokelat.
Keunggulannya yaitu produksi telur 238 butir/ekor/tahun (mojosari cokelat) dan 219 butir/ekor/tahun (mojosari putih). Bobot telur 69 g/butir (mojosari cokelat) dan 65,2 g/butir (mojosari putih).
2. Itik Tegal
Itik tegal seperti itik jawa yaitu bertubuh hampir tegak lurus seperti botol. Itik jantan memiliki beberapa bulu ekor yang mencuat ke atas. Keunggulannya yaitu produksi telur 200-230 butir/ekor/tahun. Bobot telur 65-75 g/butir.
3. Itik Alabio
Itik alabio lebih besar dibandingkan itik tegal. Warna kaki alabio jingga cerah seperti itik peking. Keunggulannya yaitu produksi telur 220-250 butir/ekor/tahun. Bobot telur 59-65 g/butir. Bobot betina sekitar 1,6-1,8 kg dan jantan 1,75-2 kg. Konsumsi pakan 155-190 g/ekor/hari. Daya tetas 79,49 – 80%. Mortalitas setelah menetas 0,75 – 1%.

Jenis Itik Pedaging
1. Itik Manila
Seorang pelaut asal Manila berjasa memperkenalkan itik ini ke tanah air, karena itulah disebut itik manila untuk menghormati jasa sang pelaut. Itik asal Amerika Selatan juga disebut entok Cairina moschata alias muscovy duck itu dikenal dengan kemampuan mengeram yang baik sehingga peternak sering memanfaatkannya sebagai indukan untuk mengerami telur itik.
Keunggulannya yaitu adaptif di Indonesia. Bobot tubuh betina 3-3,5 kg/ekor sedangkan jantan dapat mencapai 4 kg/ekor.
2. Itik Serati
Sebenarnya nama serati, tiktok, mule duck, atau moulard duck adalah sebutan untuk itik hasil silangan itik Anas platyrhinchos domesticus dan entok Cairina moschata domesticus atau itik muscovy. Balai Penelitian Ternak (Balitnak) merilis itik serati hasil persilangan PMP betina, hasil silangan itik Anas platyrhinchos domesticus peking dengan mojosari putih dengan entok Cairina moschata domesticus jantan.
Keunggulannya yaitu umur 8 minggu mencapai bobot 1,8 kg. Untuk menghasilkan 1 kg bobot tubuh membutuhkan 3,29 kg pakan dengan kandungan protein 18,7% dan energi rendah 2.900 EM/kg.
3. Itik Peking
Itik peking merupakan salah satu jenis itik pedaging yang paling populer di dunia. Berasal dari Tiongkok, itik ini dikenal karena pertumbuhannya yang cepat, ukuran tubuh yang besar serta kualitas daging yang baik. Bulunya berwarna putih bersih, paruh berwarna kuning hingga oranye, tubuh besar dan lebar, dada bidang serta kaku kokoh, pertumbuhan lebih cepat dibandingkan itik lokal.
Keunggulannya yaitu dapat dipanen pada umur sekitar 6-8 minggu dengan bobot 2,5-3,5 kg per ekor.

Sumber : Unggas Unggul Ayam-Itik- Puyuh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *