Kami Siap Melayani Anda cs@kharimgroup.com
0823-1378-8080

Beberapa Metode Pemberian Vaksin Pada Ayam Yang Perlu Diketahui Peternak

Vaksin merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan ayam dan mencegah serangan penyakit. Dengan program vaksin yang tepat, resiko kematian dapat ditekan dan produktivitas ternak menjadi lebih optimal.

Dalam praktik peternakan, terdapat beberapa metode pemberian vaksin pada ayam yang umum digunakan. Setiap metode memiliki fungsi dan cara aplikasi yang berbeda.

1) Tetes Mata
Pemberian lewat tetes mata dilakukan untuk vaksin tetelo (Newcastle Disease = ND). Vaksin ND biasanya diberikan pada umur 1-4 hari. Campurkan vaksin dengan pelarut. Caranya dengan memasukkan vaksin ke dalam botol pelarut lalu kocok perlahan. Satu ayam hanya mendapat satu tetes vaksin. Vaksin hanya diberikan pada mata kiri, mata kanan atau hidung.

2) Lewat Air Minum
Vaksin yang diberikan lewat air minum adalah vaksin gumboro, diberikan pada hari ke 10-12. Dua jam sebelum pelaksanaan, biarkan botol air minum kosong sehingga ayam puasa dan haus. Dengan begitu saat botol terisi air, ayam bergegas minum. Satu vial vaksin (dosis untuk 1.000 ekor ayam) dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian bagi larutan vaksin ke botol – botol air minum sehingga semua ayam meminumnya. Upayakan semua ayam meminumnya.

3) Suntik
Pemberian secara suntik dilakukan untuk vaksin marek, ND lanjutan dan vaksin AI. Vaksin diberikan beberapa kali secara sub kutan (di bawah kulit leher bagian belakang).

Berikut caranya, siapkan vaksin dan adjuvant (media perantara vaksin), campurkan keduanya lalu kocok dalam botol. Adjuvant berperan agar vaksin terserap pelan-pelan sehingga bertahan lama di dalam tubuh ayam. Masukkan larutan vaksin dalam alat suntik. Tangkap dan pegang ayam dengan tangan kiri dari arah belakang ayam. Jepit leher belakang ayam dengan jempol dan telunjuk. Suntikkan vaksin pada kulit yang dijepit itu. Tusukkan jarum suntik di bawah kulit pada pangkal leher. Usahakan agar jarum suntik tidak masuk ke pembuluh darah karena dapat menyebabkan infeksi. Suntikkan vaksin sebanyak 0,1 – 0,2 ml. Lepas ayam yang telah selesai disuntik di kandang terpisah dengan ayam yang belum disuntik.

Jadwal Pemberian Vaksin

Sumber : Unggas Unggul Ayam-Itik- Puyuh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *