Mengenal Fase Pertumbuhan Ayam Dwiguna KUB
Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) dikenal memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibanding ayam kampung biasa, sehingga banyak dipilih untuk usaha petelur maupun pedaging. Karena ayam KUB merupakan ayam dwiguna, fase pertumbuhannya sedikit berbeda tergantung tujuan pemeliharaannya.

Berikut penjelasan lengkapnya :
1 ) Fase Starter (usia 0 – 4 Minggu)
Fase ini merupakan fase paling kritis dalam pertumbuhan ayam KUB untuk tujuan pedaging maupun petelur, karena anak ayam yang baru menetas sangat rentan terhadap perubahan suhu dan kondisi lingkungan. Sangat penting memastikan kandang DOC tetap kering dan hangat. Untuk mendukung pertumbuhan awal yang optimal pada masa starter gunakan pakan yang mengandung protein tinggi.
2 ) Fase Grower (usia 4 – 12 Minggu)
Pada usia 4 minggu DOC mulai tumbuh lebih cepat sehingga membutuhkan ruang yang lebih luas. Pindahkan DOC ke kandang grower, perhatikan juga kepadatan ideal kandang. Pada fase ini pakan dapat dikombinasikan dengan pakan alternatif (konsentrat, jagung giling, dedak padi, dll) guna menekan biaya namun tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi.
3 ) Fase Finisher ( khusus pedaging – usia 70 hari)
Fase ini merupakan tahap akhir sebelum panen. Pertumbuhan bobot berlangsung paling pesat di fase ini. Ayam KUB dapat mencapai bobot 800 gram sampai 1 kg saat panen di usia 70 – 75 hari dengan manajemen pakan dan kandang yang tepat.
4 ) Fase Layer ( khusus petelur – usia 12 sampai 22 minggu)
Setelah fase grower, ayam betina yang disiapkan sebagai petelur dipindahkan ke kandang baterai untuk memudahkan pengambilan telur dan pengontrolan pakan harian. Ayam KUB mulai bertelur pada usia 20 minggu dan mampu menghasilkan 180-200 butir telur per tahun lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa. Selain itu, ayam KUB memiliki sifat mengeram yang rendah.

Previous Post
Next Post