Kami Siap Melayani Anda cs@kharimgroup.com
0823-1378-8080

Simak! Perbedaan Ayam Joper dan Ayam KUB

Ayam Joper

Ayam Joper dan ayam KUB merupakan dua jenis ayam yang banyak dipilih peternak karena pertumbuhan dan nilai ekonominya yang baik. Meski sama-sama sering disebut ayam kampung unggul, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut penjelasan perbedaan ayam Joper dan KUB yang perlu diketahui sebelum memilih jenis ayam untuk diternakkan.

1) Ayam Joper

Ayam Kampung Joper yang kepanjangannya dalam bahasa Jawa adalah Jowo Super merupakan ayam kampung pedaging dari hasil persilangan ayam bangkok jantan dengan ayam petelur betina. Terdapat beberapa sebutan nama untuk Joper, diantaranya yaitu ayam kampung jawa super, ayam kamper, ayam jawa super dan ayam joper itu sendiri. Ayam Joper sudah mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak tahun 2000.

Ayam Joper memiliki perilaku yang mirip dengan ayam kampung biasa pada umumnya. Suka bertengger dan berkokok, warna bulunya juga hampir sama, dimana didominasi oleh warna putih dan kuning, namun ada juga yang berwarna merah, cokelat, hitam dan abu-abu. Ayam Joper Jantan memiliki pial atau jengger yang besar dan tegap. Ayam ini dapat bertelur dan warna terlurnya lebih gelap dari telur ayam kampung. Ukurannya relatif lebih besar jika dibandingkan telur ayam kampung.

Kelebihan yang dimiliki Ayam Joper diantaranya yaitu masa panen yang singkat karena hanya membutuhkan waktu sekitar 60 hari dengan bobot 0,8-1 kg. Ketika berusia 50-55 hari, Ayam Joper sudah memiliki bobot minimal 8 ons dengan daging yang memiliki tekstur empuk dan rasa mirip ayam kampung asli. Kelebihan selanjutnya yaitu memiliki daya tahan tubuh yang kuat jika dirawat dengan manajemen kandang dan pakan yang baik. Kelebihan selanjutnya adalah pemeliharaannya yang relatif mudah, termasuk untuk pakan dan kandang.

Dibalik kelebihannya, Ayam Joper juga memiliki kekurangan yaitu konsumsi pakan yang relatif tinggi karena tubuhnya besar, tidak memiliki sifat mengeram sehingga sulit dijadikan indukan serta warna bulunya yang terkadang kurang menarik untuk pengepul tertentu.

2) Ayam KUB

Ayam KUB atau Ayam Kampung Unggul Balitnak merupakan ayam hasil seleksi genetik oleh Badan Litbang Pertanian. Ayam ini unggul sebagai ayam petelur dengan produktivitas tinggi, tetapi Ayam KUB ini juga bisa dijadikan sebagai ayam pedaging. Pada umumnya peternak menggunakan model kandang lantai dan model kandang baterai. Hal ini tergantung pada tujuan pemeliharaan ayam tersebut, akan dijadikan ayam penghasil telur atau ayam penghasil daging.

Kelebihan yang dimiliki Ayam KUB diantaranya yaitu produktivitas telur tinggi karena dapat menghasilkan hingga 200 butir telur dalam setahun. Kelebihan selanjutnya yaitu selain sebagai ayam penghasil telur, Ayam KUB juga bisa dijadikan ayam pedaging unggul. Selain itu sifat mengeramnya rendah, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Selanjutnya, konsumsi pakannya rendah (efisiensi pakan) dan mudah beradaptasi. Kelebihan lainnya yaitu dapat dijadikan indukan. Untuk kekurangan Ayam KUB yaitu masa panen daging yang lebih lama, berkisar 70-75 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *