Kami Siap Melayani Anda cs@kharimgroup.com
0823-1378-8080

Mengenal Penyakit Pada Itik dan Cara Penanggulangannya

Kesehatan itik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan usaha peternakan. Serangan penyakit dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, penurunan produksi telur, hingga kematian yang mengakibatkan kerugian bagi peternak.

Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk mengenali berbagai penyakit yang sering menyerang itik beserta cara penanggulangannya.

1. Buang Air Besar Darah
Penyebab penyakit ini adalah parasit Coccidia. Gejalanya tidak nafsu makan, bulu kusam, kotoran berdarah dan lumpuh. Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik sulfa.
2. Botulimus
Bakteri Clostridium merupakan penyebab dari penyakit ini. Gejala terserang penyakit ini yaitu leher, sayap dan kaki lemas. Itik tidak bersemangat, malas bergerak, bulu rontok dan pupil mata melebar. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat pencahar, contohnya laxantia.
3. Cacar
Penyebab cacar pada itik adalah virus pox. Virus ini menyebabkan mata dan paruh itik keropeng. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksin fowl pox.
4. Cacingan
Cacingan pada itik dapat menyebabkan diare, kurus, pucat dan lemas. Pencegahan dari cacingan dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing secara berkala, 3-4 bulan sekali.
5. Calisepticemia
Calisepticemia disebabkan oleh bakteri coli. Gejalanya diare, kotoran encer dan bulu kusam. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik penisilin dan gentamisin.
6. Kaki Bengkak
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus. Itik yang terserang penyakit ini tampak pincang dan kaki bengkak bernanah. Pengobatan dilakukan dengan membersihkan nanah lalu mengoleskan salep antibiotik.
7. Kolera
Penyakit kolera disebabkan oleh bakteri pasteurella. Gejalanya kotoran berwarna hijau kekuningan, pertumbuhan lambat, mata berair, napas sesak, pilek bengkak, lemas dan dapat menyebabkan kematian. Pencegahan dengan vaksin kolera sedangkan untuk penanggulangannya dengan di karantina lalu di suntik penisilin.
8. Kutu
Kutu ananticola atau trinoton menyebabkan itik gelisah, pertumbuhan lambat, bulu rontok, sering menggaruk-garuk tubuhnya. Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat kutu seperti peditoks.
9. Leucocytozoonossis
Parasit Leucocytozoon umumnya menyerang anak itik. Pertumbuhan lambat, lesu dan mata meradang. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan antibiotik sulfa.
10. Pasteurellosis
Bakteri pasteurella menyebabkan itik diare, kotoran berwarna hijau, napas tersumbat, batuk, dan dapat menyebabkan kematian. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik penisilin dan gentamisin.
11. Pilek
Pilek pada itik disebabkan oleh bakteri hemophilus. Gejalanya yaitu muka bengkak, hidung berlendir dan tidak nafsu makan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik streptomisin.

Sumber : Unggas Unggul Ayam-Itik- Puyuh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *